Minggu, 03 Februari 2013

Cara Mengelola Sampah Organik & Anorganik

Sampah dan sampah. Jika mendengar kata ini, semua orang pasti akan langsung tertuju pada sebuah benda yang sangat menjijikkan. Dimana biasanya sampah itu mempunyai bau yang sangat menyengat. Bahkan Anda pasti akan menutup hidung Anda saat melewati bak sampah atau Anda yang dilewati oleh truk dengan muatan sampah. Sampah merupakan material yang dibuang dari sisa kegiatan rumah tangga.

Sebenarnya sampah dapat kita bedakan menjadi dua yaitu, sampah organik dan anorganik. Dan tahukah Anda jika ternyata ada cara mengolah sampah tersebut? Kita akan membahasnya satu persatu dari pengenalan apakah sampah organik dan anorganik itu, sampai kita temukan cara mengolah sampah tersebut.

 

Sampah Organik

Kita mulai bahasan kita mengenai sampah organik dan anorganik ini dimulai dari mengetahui dulu apa itu sampah organik. Sampah organik tergolong sampah yang gampang busuk. Seperti apa contohnya? Contoh dari sampah ini seperti sisa makanan, dedaunan dan masih banyak lagi. Sebenarnya sampah jenis ini masih bisa kita manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan dan juga cara mengolahnya. Jenis sampah organik bisa kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos. Karena sampah organik berasal dari makluk hidup seperti hewan dan juga tumbuhan, bahkan tidak menutup kemungkinan dari manusia itu sendiri. Kita jabarkan lagi bagian dari sampah organik ini agar pembicaraan kita di cara mengolah sampah organik dan anorganik ini menjadi lebih lengkap.

Sampah organik basah. Yang dimaksud dengan sampah organik basah yaitu sampah yang mempunyai kadar kandungan air didalamnya. Contohnya seperti buah dan sayuran.

Sampah organik kering. Apa yang dimaksud dengan sampah organik kering? Tentu saja terbalik dengan pengertian sampah organik basah diatas. Sampah ini tidak mempunyai kandungan air yang besar. Contohnya adalah sampah yang berasal dari dedaunan kering dan lain sebagainya.

Sesuai dengan judul diatas, bagaimana cara mengolah sampah organik dan anorganik kita bisa memulai dengan mencoba mendaur ulang sampah. Yaitu memanfaatkan sampah organik dijadikan alih fungsi menjadi barang lain. Atau seperti yang kita bicarakan diatas, kita bisa mengubah sampah ini menjadi pupuk kompos. Tentu saja Anda harus tahu terlebih dahulu cara membuat pupuk kompos tersebut.

 

Sampah Anorganik

Setelah tadi kita panjang lebar membahas mengenai sampah organik, sekarang kita pelajari tentang bagian dan cara pengolahan sampah anorganik. Sampah anorganik termasuk jenis sampah yang memerlukan waktu yang cukup lama dalam penguraiannya. Sampah anorganik kebanyakan berasal dari sumber daya alam, contohnya seperti plastik dan aluminium. Sampah yang anorganik yang telihat nyata dalam rumah tangga adalah berupa botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain sebagainya. Dan banyak sekali dampak negatif bagi alam yang disebabkan oleh sampah anorganik ini, diantaranya menurunkan kualitas lingkungan dan juga menurunkan estetika lingkungan. Sampah yang berserakan dan bau akan menjadikan lingkungan tidak nyaman untuk ditempati.

Bagaimana cara mengolah sampah anorganik?

Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara sembarangan, karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Disini kita memerlukan kreatifitas tinggi untuk mengubah sampah tersebut menjadi suatu barang yang mempunyai nilai beda. Jika sampah anorganik Anda berupa kertas, mungkin Anda tidak perlu berfikir panjang lagi. Karena Anda bisa menjualnya kepada tukang loak, dan Anda bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan sampah anorganik tersebut. Tapi Anda akan berfikir jika sampah anorganik Anda adalah sisa kain. Saya sarankan Anda tetap memanfaatkannya. Mungkin bisa Anda gunakan sebagai kain untuk mencuci motor, atau jika Anda kreatif Anda bisa membuat keset menggunakan sisa-sisa kain tersebut.

Sekarang tentunya Anda sudah bisa menyingkapi secara bijaksana tindakan apa yang Anda lakukan, baik pada sampah organik dan anorganik yang berada di rumah Anda atau disekitar Anda. Jangan pernah membuang sampah pada sungai atau selokan. Karena itu akan merusak alam dan merusak ekosistem.

sumber: jujubandung.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar